Kamis, 25 Agustus 2011

*** Tidak Ada Jalan Yang Rata ***

Dipagi hari yang buta,terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal dipunggungnya.Dia tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal.Konon,di puncak gunung itu terdapat pemandangan yang luar biasa indah.Saking indahnya,orang yang berada disana seperti sedang berada di syurga.

Ketika sampai di lereng gunung,terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.Setelah menyapa pemilik rumah,si pemuda mengutarakan maksudnya.

"Kek,saya ingin mendaki gunung ini.Tolong kek,tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung!" pinta se pemuda.

Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda.

"Ada tiga jalan untuk menuju puncak gunung ini.Kamu bisa memilih sebelah kiri,tengah,atau sebelah kanan," ucap si kakek.

"Kalau saya memilih sebelah kiri?" tanya si pemuda meminta pertimbangan si kakek

"Jalur sebelah kiri ada banyak bebatuan," jawab  sang kakek pendek.

Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih,si pemuda bergegas melanjutkan perjalanan.Namun beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran,si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah sang kakek.

"Kek,saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan," ujarnya dengan nafas terengah-engah.

Seperti sebelumnya,si pemuda kembali bertanya kepada si kakek,jalan mana yang mudah agar bisa mencapai puncak.

"Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati?" tanya si pemuda.

Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi tiga jari tangannya sambil menjawab:

"Pilihlah sendiri,kiri,tengah,atau sebelah kanan?"

"Hmmmm,jika saya memilih jalan sebelah kanan....?" kembali si pemuda bertanya.

"Jalur sebelah kanan banyak semak berduri!" jawab si kakek.

Setelah beristirahat sejenak,si pemuda kembali berangkat untuk mendaki.Lagi-lagi selang beberapa jam kemudian dia kembali kembali lagi kerumah si kakek.Dengan kelelahan si pemuda berkata:

"Kek,saya sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung.Jalan sebelah kanan dan kiri ntelah kutempuh,tapi rasanya saya tetap berputar-putar di tempat yang sama."

"Saya tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil.Tolong deh kek,tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar saya sukses mendaki hibgga ke puncak gunung," pinta si pemuda.

Sang kakek dengan serius mendengarkan keluhan si pemuda.Kemudian sambil menatap tajam,dia berkata tegas.

"Anak muda!Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung,tidak ada jalan yang rata dan mudah!Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri,harus kamu lewati,bahkan kadang jalan buntupun harus kamu hadapi,"

"Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah,hadapi semua rintangan!Hadapi semua tantangan yang ada!" lanjut si kakek.

Tak hanya itu,si kakek juga menasehati agar si pemuda yakin dengan jalan yang diambil.

"Jalani langkahmu setapak demi setapak,kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu.Jangan lupa,nikmati juga pemandangan yang luar biasa!Apakah kamu mengerti?" tanya si kakek.

Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek.Lalu sambil tersenyum gembira,dia menjawab:

"Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada!Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai puncak gunung ini," ujar si pemuda dengan penuh keyakinan.

Mendengar tekad si pemuda,sang kakek tersenyum puas.Sikakek kemudian memberi semangat dan motivasi dengan berkata:

"Anak muda,aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu!"


Hikmah kata:

"Untuk mencapai kesuksesan seperti yang kita inginkan,sama seperti analogi mendaki gunung tadi.Tidak ada jalan rata dan pintas!Sewaktu-waktu,rintangan,kesulitan,dan kegagalan selalu datang menghadang.Hanya dengan mental dan tekad yang kuat,tetap menjaga komitmen dan berjuang,kita akan mencapai puncak kesuksesan."

Kata bijak:

"Selama memiliki tujuan besar untuk dicapai,kita tidak pantas patah semangat di tengah jalan.Ingat!Tidak ada sukses sejati yang bisa diraih tanpa melalui hambatan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar