Selasa, 27 September 2011

~*:. Melindungi Martabat Wanita Dengan Jilbab .:*~

Kaum perempuan dilarang menampakkan bagian-bagian tubuhnya secara bebas dihadapan umum atau lelaki bukan mahramnya.Mereka dilarang berpakaian dengan menampakkan tubuhnya demikian rupa sehingga menimbulkan godaan kepada laki-laki.Kebiasaan menampakkan tubuh dengan berpakaian yang merangsang semacam ini disebut tabarruj.Imam Bukhari menyatakan bahwa yang disebut tabarruj yaitu memperlihatkan bagian-bagian menarik dari tubuh perempuan.

Untuk melindungi masyarakat dari pengaruh buruk tabarruj,memelihara kehormatan kaum perempuan dari gangguan laki-laki,dan menjaga kesucian mereka,Islam dengan tegas melarang tabarruj dan memerintahkan kepada kaum perempuan untuk menggunakan jilbab.

Dengan berjilbab,dengan mudah dapat dibedakan mana perempuan mukmin dan mana perempuan kafir yang terbiasa menampilkan bagian-bagian tubuhnya kepada orang lain.Rasulullah ternyata telah menyatakan bahwa perempuan yang berpakaian menampilkan bentuk tubuhnya demikian rupa kelak diakherat akan berada dalam keadaan gelap gulita tanpa sinar cahaya sedikitpun.

Seperti yang tersebut dalam sebuah hadits,bunyinya:
"Perempuan-perempuan yang berpakaian dengan menampilkan bagian-bagian tubuhnya kepada lelaki bukan mahramnya akan berada dalam kegelapan tanpa cahaya sedikitpun pada hari kiamat."(HR.Tirmidzi)

Menampakkan bagian-bagian merangsang dari tubuh perempuan adalah perbuatan menghancurkan kehormatan manusia,mendorong penyelewengan,dan menggalakkan hawa nafsu.Oleh karena itu,amat tepat bila Allah mengharamkan kepada perempuan-perempuan semacam itu untuk merasakan baunya syurga.

Pemakaian jilbab hukumnya sama wajibnya dengan hukum shalat.Orang yang mengingkari  kewajiban ini berarti murtad dari Islam.Jika seorang muslimah tidak berjilbab karena meniru cara berpakaian masyarakat yang telah rusak,sedang mereka tetap punya keyakinan bahwa hukumnya wajib,perempuan semacam ini dihukumi fasik.

Semoga kita kaum perempuan bisa menjaga diri dan kehormatan dengan apa yang telah diajarkan Islam,berpegang teguh dan ikhlas hanya mengharap ridha Allah Swt.
Amin...amin...amin ya robbal 'aalamiin....

Jumat, 23 September 2011

~*:. Kasih Sayang Rasulullah .:*~.

Orang-orang yang keras hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. Hati mereka keras bagaikan karang. Kaku tabiat, baik ketika memberi maupun menerima. Kurang peka perasaan, lagi tipis peri kemanusiannya. Berbeda halnya dengan orang yang dikaruniai Alloh Ta’ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus.
Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata, yang artinya: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemudian mengecup dan menciumnya.” (HR: Al-Bukhari)
Kasih sayang tersebut tidak hanya terkhusus bagi kerabat beliau saja, bahkan beliau curahkan juga bagi segenap anak-anak kaum muslimin. Asma’ binti ‘Umeis Radhiallaahu anha –istri Ja’far bin Abi Thalib- menuturkan, yang artinya: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: “Wahai Rasululloh, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja’far?” beliau menjawab: “Sudah, dia telah gugur pada hari ini!” Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka.” (HR: Ibnu Sa’ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ketika air mata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menetes menangisi gugurnya para syuhada’ tersebut, Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiallaahu anhu bertanya: “Wahai Rasululloh, Anda menangis?” Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Ini adalah rasa kasih sayang yang Alloh Ta’ala letakkan di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta’ala hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang.” (HR: Al-Bukhari)
Ketika air mata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim, Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallaahu anhu bertanya kepada beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?” Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta’ala. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR: Al-Bukhari)
Akhlak Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam yang begitu agung memotivasi kita untuk meneladaninya dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap para bocah dan anak-anak. Sementara Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam, kunci pembuka hati itu ada di tangan dan lisan beliau. Cobalah lihat, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa membuat anak-anak senang kepada beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.
Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata, yang artinya: “Demikianlah yang dilakukan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam .” (Muttafaq ‘alaih)
Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah marah, memukul, membentak dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.
Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata, yang artinya: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam , lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga di bawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memer-cikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.” (HR: Al-Bukhari)
Kasih sayang beliau kepada anak tiada batas, meskipun beliau tengah mengerjakan ibadah yang sangat agung, yaitu shalat. Beliau pernah mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasululloh dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)
Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa memberikan pengajaran, baik kepada orang dewasa maupun anak-anak. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda, yang artinya: “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Alloh, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Alloh, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR: At-Tirmidzi)
Telah kita saksikan bersama keutamaan akhlak dan keluhuran budi pekerti serta sejarah kehidupan yang agung. Semoga semua itu dapat menghidupkan hati kita dan dapat kita teladani dalam mengarungi bahtera kehidupan. Putra-putri yang menghiasi rumah kita, selalu membutuhkan kasih sayang seorang ayah serta kelembutan seorang ibu. Membutuhkan belaian yang membuat hati mereka bahagia. Sehingga mereka dapat tumbuh dengan pribadi yang luhur dan akhlak yang lurus. Siap untuk memimpin umat, sebagai buah karya dari para ibu dan bapak, tentu saja dengan taufik dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Allahumma amin....

Selasa, 20 September 2011

~*:. Laknat Bagi Wanita Yang Menyerupai Laki-Laki .:*~.

Zaman kita sekarang telah muncul sekelompok wanita yang menyimpang dari fitrah Allah, padahal Allah telah menciptakan manusia di atas fitrah itu. Mereka menunjukkan sifat yang tidak sesuai dengan tabiat kewanitaan mereka, padahal Allah telah menjadikan tabiat tersebut untuk membedakan dengan tabiat laki-laki.

Mereka menyangka bahwa mereka bisa berubah menjadi laki-laki. Akibatnya sekelompok wanita tersebut banyak menemui kesulitan dan kesempitan, mereka mengalami problem fisik dan psikis, menjadi wanita-wanita yang tersisihkan yang dibenci sekaligus menjadi pelampiasan kemarahan suami dan anak-anak mereka.

Disamping itu ada ancaman yang amat keras lagi bagi para wanita yang meyimpang dari fitrah dan kodrat kewanitaan mereka serta menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian, penampilan, akhlak dan tindakan. Dalam sebuah hadits shahih dari ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: ‘Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki (HR. Al-Bukhari).

Laknat artinya terusir dan dijauhkan dari rahmat Allah Hadits lain yang juga diterima dan Ibnu Abbas ra dia berkata: ‘Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat kaum laki-laki yang berpenampilan seperti wanita dan wanita yang berpenampilan laki-laki,’ (HR. Al-Bukhari) wanita yang berpenampilan seperti laki-laki artinya yang meniru-niru laki-laki dalam berpakaian dan penampilan. Adapun meniru dalam hal ilmu dan pemikiran maka hal itu terpuji.

Dari Salim Bin Abdullah dari bapaknya, dia berkata: ‘Telah bersabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam : ‘Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang oleh Allah Azza Wajalla pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayuts (orang yang tidak punya rasa cemburu Pent.)’ (HR. An-Nasai)

Beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki

Banyak sekali bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki. Masalah ini tidaklah terbatas hanya dalam hal pakaian saja tetapi mencakup lebih dari itu, diantara bentuk (penyerupaan) terhadap laki-laki yang sering dilakukan oleh para wanita adalah:

•Menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian berupa memakai pakaian yang persis menyerupai pakaian laki-laki dan memakai celana panjang yang pada asalnya merupakan pakaian laki-laki dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki pernah ditanyakan kepada Aisyah Radhiallaahu anha bahwa ada seorang wanita yang memakai sandal (model laki-laki-pent), maka berkatalah Aisyah: ‘Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat wanita yang meniru-niru laki-laki.’ (HR. Abu Dawud).

•Tidak berpegang teguh terhadap Hijab (pakaian wanita muslimah) yang disyariatkan. Imam Adz-Dzahabi berkata: ‘Diantara perbuatan yang menyebabkan terlaknatnya wanita adalah menampakkan perhiasan, emas dan berlian di balik cadar (hijab) dan memakai wangi-wangian ketika keluar atau memakai pakaian yang mencolok (norak) … Semua itu termasuk tabarruj yang dimurkai Allah dan dimurkai pula orang yang melakukannya di dunia dan akhirat.’

•Banyak keluar rumah tanpa ada keperluan baik bersama sopir pribadi, naik kendaraan umum atau menyetir sendiri seperti yang banyak terjadi dibeberapa negara atau berjalan kaki sekalipun jaraknya jauh.

•Berdesak-desakan dengan laki-laki dan bercampur baur dengan mereka di pasar-pasar dan di tempat-tempat umum, bahkan sebagian mereka tidak merasa malu untuk mengantri di barisan laki-laki ketika menunggu, masuk dan duduk diantara laki-laki khususnya di lapangan bisnis.

•Meninggikan suara dalam berbicara dengan laki-laki dengan suara yang keras sehingga terdengar dari kejauhan. Padahal tabiat seorang wanita biasanya berbicara rendah dan menghindari berbicara dengan laki-laki asing.

•Meniru kebiasaan laki-laki dalam hal berjalan dan beraktifitas, berupa berjalan di pasar-pasar atau jalanan seperti berjalannya laki-laki dengan gagah menyerupai gerakan laki-laki yang menampakkan kegagahan dan kejantanan.

•Kasar dalam bermuamalah dan berakhlak dengan keluarga dan kerabatnya, tidak lembut, galak, keras kepala dan tidak menghargai orang lain, sifat-sifat ini tercela bagi laki-laki maka bagaimana bagi wanita?

•Tidak memakai perhiasan yang khusus bagi wanita seperti pacar, celak mata, dan yang lainnya sehingga menjadi seperti laki-laki dalam bentuk dan penampilan. Aisyah Radhiallaahu anhu berkata: Ada seorang wanita menyodorkan sebuah buku dengan tangannya dari balik hijab kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliaupun mengambilnya lalu berkata: ‘Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah tangah wanita?’ Aisyah menjawab: ‘Ta-ngan wanita.’ Beliau berkata lagi: ‘Kalau engkau wanita maka engkau harus merubah kuku-kukumu,’ maksudnya dengan pacar.’ (HR. Abu Dawud)

•Menyerupai laki-laki dalam berpenampilan berupa memotong rambut seperti potongan rambut laki-laki, memanjangkan kuku, posisi ketika berdiri atau duduk dan sebagainya.

•Melepaskan diri dari pengawasan suami atau wali. Dia tidak mau menerima kalau dirinya berada di bawah pengaturan suami atau wali dia menginginkan kebebasan bertindak secara mutlak tanpa izin atau pengawasan laki-laki yang memang bertanggung jawab atas dirinya.

•Bepergian tanpa mahram dengan berbagai alat transportasi dan yang paling masyur adalah pesawat terbang. Dia sendirilah yang membeli tiket, pergi ke bandara, dan bepergian tanpa mahram yang menyertainya dan melindunginya dari orang-orang fasik. Perbuatannya itu telah menyimpang dari diennya (agamanya) dan tabiatnya. Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda:’Janganlah seorang wanita bepergian (safar) kecuali dengan mahramnya.’ (muttafaq ‘alaih)

•Sedikitnya rasa malu, seorang wanita tomboy telah tercabut rasa malu dari kepribadian dan akhlaknya, ia tak ubahnya seperti pohon bugil tak berkulit. Berbicara tentang segala hal, ngobrol dengan setiap orang pergi ke berbagai tempat tanpa rasa malu dan akhlak, sebagai mana sabda Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang shahih: ‘Sesungguhnya diantara hal yang telah diketahui manusia dari ucapan para nabi yang dulu adalah: Kalau kamu tidak merasa malu maka bertindaklah semaumu.’
Inilah beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki yang keburukannya begitu nyata dikalangan para wanita, dan hal ini amat patut disesalkan.

Dari penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan yang menyeluruh tentang definisi wanita tomboy yaitu: wanita yang menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian, penampilan, berjalan, berbicara, meninggikan suara, beraktifitas dan bercampur baur. Atau secara ringkasnya bahwa seorang wanita dikatakan tomboy kalau dia meniru seperti laki-laki (padahal yang ia tiru adalah merupakan ciri laki-laki yang bertentangan dengan kodrat kewanitaannya-pent).

Beberapa sebab seorang wanita menjadi tomboy

Ada beberapa penyebab yang mendorong seorang wanita menjadi tomboy yang secara umum diantaranya adalah sebagai berikut:

•Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Allah, karena terjerumusnya seseorang kepada maksiat baik dosa kecil ataupun dosa besar merupakan akibat dari kurangnya iman dan lemahnya perasaan merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla.

•Pendidikan yang jelek, peribahasa mengatakan bahwa seseorang adalah anak bagi lingkungannya. Bila lingkungan tempat dia hidup merupakan lingkungan yang shaleh, maka diapun akan shaleh, kalau lingkungannya jelek maka diapun akan seperti itu. Seorang anak wanita yang hidup dirumah yang semrawut yang kosong dari pendidikan yang baik pada umumnya akan menyeret dia kepada berbagai penyimpangan.

•Pengaruh media masa dengan berbagai bentuk dan jenisnya, baik tontonan, yang di dengar, ataupun bacaan. Di dalamnya berkembang dan tersebar pemikiran-pemikiran sesat dan penyimpangan yang akan menyesatkan para wanita dan mendorong mereka untuk melanggar norma agama dan prinsip-prinsip kebenaran.

•Taklid buta, dia berpakaian dan berprilaku tanpa memahami dan mengetahui apa yang dia lakukan, juga tidak memikirkan manfaat dan madharaat-nya. Dia hanya sekedar ikut-ikutan kepada apa yang ada di sekitar dirinya, dari kawan-kawannnya dan dari para seniwati (artis atau bintang), sekalipun hal itu bertendengan tabiat kewanitaannya.

•Kawan bergaul yang jelek, di antara hal yang tidak diragukan lagi adalah kawan bergaul yang mempunyai pengaruh besar dalam pribadi seseorang baik positif ataupun negatif. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam : ‘Perumpamaan kawan bergaul yang saleh dengan kawan bergaul yang jelek seperti orang yang menjual minyak wangi dengan peniup pande besi (kiir). Panjual minyak wangi mungkin dia akan memberikan kepadamu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mencium harumnya. Adapun peniup pande besi mungkin dia bisa membakar pakaianmu atau kamu mencium bau busuk darinya.’ (Muttafaq ‘alaih).

•Kurang percaya diri dan upaya menarik perhatian, sebagian wanita ada yang merasa kurang percaya diri dan berupaya menutup kekurangan itu dengan cara yang justeru menyeret mereka kepada keburukan yaitu menyerupai laki-laki dalam berperilaku, penampailan, pakaian dan sebagainya.

•Contoh yang buruk, contoh (figur) merupakan unsur pendidikan yang terpenting. Kadang-kadang seorang ibu berprilaku menyerupai laki-laki lalu di contoh oleh anak perempuannya. Umumnya para anak wanita memiliki kepribadian karena mencontoh ibu-ibu mereka. Maka seorang ibu yang tidak menghargai dan tidak menghormati ayah, pada umumnya anak wanitanya pun bertabiat seperti itu yaitu tidak menghargai suami mereka. Dan seorang ibu yang kasar nada bicaranya dan selalu keras dalam bersuara maka anak wanita-nya pun akan mewarisi sifat ini pula.

•Tidak adanya rasa cemburu dari suami atau walinya, sehingga tidak mencegah dia dari penyimpangan dalam masalah hijab dan pakaian dan tidak melarangnya dari perilaku yang tidak layak.

Demikian diantara sebab-sebab terpenting yang dapat menjerumuskan wanita ke dalam sikap meniru kaum laki-laki. Semoga Allah menjaga kita dari segala perbuatan yang menyelisihi syari’atNya serta membimbing kita semua agar tetap diatas fitrah yang diridhaiNya.

http://arrahmah.com/read/2011/08/26/14950-laknat-bagi-wanita-yang-menyerupai-laki-laki.html

Senin, 19 September 2011

~*:. Kasih Ibu Mengalir Dalam Tubuhku .:*~

Sebening tetesan embun di pagi hari
Secerah pancaran sinar sang mentari
Bila ku tatap wajah Ibu yang terkasih
Ada sebuah kehangatan di dalam hati

Air wudhu selalu membasahi
Engkau kumandangkan ayat suci
Suara lembut penuh kesah dan kasih
Berdoa untuk sang putra-putri

Oh Ibu... Engkaulah wanita kuat dan perkasa
Pengorbanan & perjuanganMu amat besar
Tanpa engkau perdulikan pahitnya
Gelombang kehidupan yang amat dahsyat

DenganMu aku mengenal dunia ini
DenganMu aku mengenal kehidupan ini
DenganMu aku mengenal sang Pencipta jagat raya
DenganMu aku mengenal perjuangan,pengorbanan dan ketulusan

Ya Allah.......ampuni dosa-dosa Ibu
Sayangilah seperti ibu menyayangiku
Berilah Ia kebahagiaan dan keselamatan
Didunia dan juga di akhirat
Amin....

Selasa, 13 September 2011

~* Kujemput Jodohku *~

Ketika cinta gagal didapatkan,ketika pinangan tak menembus pintu pernikahan,ketika keinginan tidak sesuai dengan kenyataan,apa yang harus dilakukan?

Dirinya diyakini akan menjadi kekasih hati belahan jiwa.Pengobat luka di kala duka.Sang pujaan peneman perjuangan.Penyemangat hidup dikala hati dilanda kefuturan.Penyejuk pandangan dikala panah-panah syetan mulai menyerang.Ternyata,bukan dia yang menjadi jawaban.

Dirinya yang diyakini menjadi buah mimpi lantaran sering hadir dalam setiap Istikharah malam,ternyata bukan sebaik-baik pilihan.

Lantas,apakah engkau akan larut dalam kesedihan?

Merenung dan meratapi diri?

Menuduh Dia Yang Maha Perkasa telah salah dalam menuliskan skenario-Nya?

Dia Yang Maha Tahu telah zalim kepada hamba-Nya?

Padahal,tiada sedikitpun kezaliman yang diperbuat Allah kepada hamba-Nya.Segalanya telah terukur,setiap kejadian pasti telah ditentukan kadar dan proporsinya.Cobalah untuk membuang segala memori indah yang mungkin sempat mengotori hati dan menyesakkan dada.Pasrahkan kepada-Nya segala bentuk problematika yang menimpa.Jangan pernah berkata:"Ini akhir segalanya,akhir perjalanan hidup kita!"

Memang akan mudah diucapkan ketika penggantinya sudah kita dapatkan.Namun,bagaimana bila penggantinya belum kita dapatkan?Sementara,bayangan wajahnya masih sering tampak dihadapan.Mungkin sudah meminang orang bahkan justru sudah mengundang ke pesta walimahan.Lantas apakah kita akan berdalih sedang ada acara,meski sebenarnya ada di rumah dan berurai air mata.Atau pergi keluar kota untuk menghindari realita?

Ah,haruskah sesempit itu engkau memandang dunia sahabatku?
Lihatlah pulau Kalimantan,Sumatera,dan pulau-pulau lain di Nusantara bahkan jagat raya!Bukankah cukup luas?Satu diantara makhluk-Nya pasti akan jadi jodohmu.Satu diantaranya akan menjadi pujaanmu,peneman perjuanganmu.

Masih ingat bukan,laki-laki baik-baik untuk  wanita baik-baik dan wanita baik-baik juga untuk lali-laki baik-baik?
Allah tidak akan pernah menyalahi janji-Nya.

Wahai saudariku,jangan berkecil hati dan sempit pandangan hanya lantaran si dia yang pernah menjadi pujaan,diyakini menjadi kawan seperjuangan justru bukan sebaik-baik pilihan.Allah pasti sudah menyiapkan gantinya yang jauh lebih baik,jauh lebih sholeh,jika engkau berupaya menjaga dirimu.

Sudah bukan saatnya untuk merenung,menyesali diri apalagi sampai menyalahkan takdir-Nya.Ciptakan mimpi raih prestasi.Gali segenap potensi.Lalui hari-hari dengan langkah pasti dan tetap menjaga semangat tinggi.
Allahu Akbar!

Kamis, 25 Agustus 2011

*** Tidak Ada Jalan Yang Rata ***

Dipagi hari yang buta,terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal dipunggungnya.Dia tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal.Konon,di puncak gunung itu terdapat pemandangan yang luar biasa indah.Saking indahnya,orang yang berada disana seperti sedang berada di syurga.

Ketika sampai di lereng gunung,terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.Setelah menyapa pemilik rumah,si pemuda mengutarakan maksudnya.

"Kek,saya ingin mendaki gunung ini.Tolong kek,tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung!" pinta se pemuda.

Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda.

"Ada tiga jalan untuk menuju puncak gunung ini.Kamu bisa memilih sebelah kiri,tengah,atau sebelah kanan," ucap si kakek.

"Kalau saya memilih sebelah kiri?" tanya si pemuda meminta pertimbangan si kakek

"Jalur sebelah kiri ada banyak bebatuan," jawab  sang kakek pendek.

Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih,si pemuda bergegas melanjutkan perjalanan.Namun beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran,si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah sang kakek.

"Kek,saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan," ujarnya dengan nafas terengah-engah.

Seperti sebelumnya,si pemuda kembali bertanya kepada si kakek,jalan mana yang mudah agar bisa mencapai puncak.

"Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati?" tanya si pemuda.

Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi tiga jari tangannya sambil menjawab:

"Pilihlah sendiri,kiri,tengah,atau sebelah kanan?"

"Hmmmm,jika saya memilih jalan sebelah kanan....?" kembali si pemuda bertanya.

"Jalur sebelah kanan banyak semak berduri!" jawab si kakek.

Setelah beristirahat sejenak,si pemuda kembali berangkat untuk mendaki.Lagi-lagi selang beberapa jam kemudian dia kembali kembali lagi kerumah si kakek.Dengan kelelahan si pemuda berkata:

"Kek,saya sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung.Jalan sebelah kanan dan kiri ntelah kutempuh,tapi rasanya saya tetap berputar-putar di tempat yang sama."

"Saya tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil.Tolong deh kek,tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar saya sukses mendaki hibgga ke puncak gunung," pinta si pemuda.

Sang kakek dengan serius mendengarkan keluhan si pemuda.Kemudian sambil menatap tajam,dia berkata tegas.

"Anak muda!Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung,tidak ada jalan yang rata dan mudah!Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri,harus kamu lewati,bahkan kadang jalan buntupun harus kamu hadapi,"

"Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah,hadapi semua rintangan!Hadapi semua tantangan yang ada!" lanjut si kakek.

Tak hanya itu,si kakek juga menasehati agar si pemuda yakin dengan jalan yang diambil.

"Jalani langkahmu setapak demi setapak,kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu.Jangan lupa,nikmati juga pemandangan yang luar biasa!Apakah kamu mengerti?" tanya si kakek.

Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek.Lalu sambil tersenyum gembira,dia menjawab:

"Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada!Tekad saya makin mantap untuk mendaki lagi sampai puncak gunung ini," ujar si pemuda dengan penuh keyakinan.

Mendengar tekad si pemuda,sang kakek tersenyum puas.Sikakek kemudian memberi semangat dan motivasi dengan berkata:

"Anak muda,aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu!"


Hikmah kata:

"Untuk mencapai kesuksesan seperti yang kita inginkan,sama seperti analogi mendaki gunung tadi.Tidak ada jalan rata dan pintas!Sewaktu-waktu,rintangan,kesulitan,dan kegagalan selalu datang menghadang.Hanya dengan mental dan tekad yang kuat,tetap menjaga komitmen dan berjuang,kita akan mencapai puncak kesuksesan."

Kata bijak:

"Selama memiliki tujuan besar untuk dicapai,kita tidak pantas patah semangat di tengah jalan.Ingat!Tidak ada sukses sejati yang bisa diraih tanpa melalui hambatan"

~**~ Jangan Menunggu ~**~

Jangan menunggu bahagia baru tersenyum
tapi tersenyumlah, maka kian bahagia

Jangan menunggu kaya baru bersedekah
tapi bersedekahlah, maka semakin kaya
...

Jangan menunggu cinta baru berta'aruf
tapi berta'aruflah, insya Allah cinta hadir dalam ridhoNya

Jangan menunggu pasangan yang sempurna baru menikah
tapi menikahlah, maka insya Allah kesempurnaan akan hadir dalam hidupmu

Jangan menunggu terinspirasi baru menulis
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam jiwamu

Jangan menunggu termotivasi baru bergerak
tapi bergeraklah, maka motivasimu akan meningkat

Jangan menunggu proyek baru mau bekerja
tapi berkerjalah maka proyek kan berdatangan kepadamu

Jangan menunggu dicintai baru mencintai
tapi belajar mencintai, maka engkau kan dicintai

Jangan menuggu kuantitas, baru membangun kualitas
Tapi binalah kualitas, maka kuantitas akan bersama orang2 yang berkualitas

Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang
tapi hiduplah dengan tenang, insya Allah bukan sekedar uang yang datang

Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti
Tapi bergeraklah, maka engkau akan menjadi contoh yang diikuti

Jangan menunggu sukses baru bersyukur
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu

Jangan menunggu menang, baru bertaqwa total
tapi bertaqwalah dengan total, maka kemenangan pasti kan datang

Para Pecundang selalu menunggu bukti
dan para pemenang selalu menghadirkan bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan oleh satu aksi nyata