Gajah dipelupuk mata tiada kelihatan,tapi semut diseberang lautan jelas kelihatan.Itulah sebuah peribahasa yang mengungkapkan watak manusia yang suka melihat n meneliti kesalahan orang lain walau yang sekecil-kecilnya.Akan tetapi lupa ato memang sengaja melupakan diri terhadap kesalahan diri sendiri.Perbuatan seperti itu sesungguhnya sangat dilarang oleh Allah.Sebagaimana firman-Nya yang tersebut dalam Al-Qur'an Surat Al Hujurot ayat 12,yang artinya:
"Hai orang2 yang beriman,jauhilah kebanyakan dari prasangka,sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa n janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain,n janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati.Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang".
Dan dalam sebuah hadits hasan yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar,Rasulullah saw bersabda:
"Berbahagialah orang yang selalu diingatkan oleh aibnya sendiri daripada aibnya orang lain"
Maka dari itu sebagai orang beriman hendaknya kita senantiasa pandai2 mengoreksi n membersihkan aib ato kesalahan2 yang terjadi pada diri sendiri n berusaha dengan segala daya n upaya untuk mengekang hawa nafsu.Karena pada dasrnya kesalahan2 yang terjadi itu adalah karena menurutkan hawa nafsu.
Perlu diketahui pula bahwa bergolaknya hawa nafsu itu bersumber dari 4 hal,yakni:
1. sering melanggar larangan Allah
2. sering berlakunya ( berbuat baik bukan karena Allah,melainkan supaya mendapat pujian,sanjungan n sebagainya )
3. suka membuang-buang waktu dengan percuma4. malas mengerjakan perintah2 Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar